Sang surya telah tenggelam di ufuk barat
Memngakhiri cerita pagi dan memulai malam
Kabut kegelapan mulai menyelimuti cahaya terang..
Bersembunyi di balik selimut kesedihan,
Menutupi muka dengan telapak tangan,
Sedu tangis berlomba dengan suara jangkrik
Saat itulah kabut kegelapan menyelimuti cahaya terang.
Tetes demi tetes telah berubah menjadi aliran,
Tak cukup deras, tapi terus mengalir dan mengalir,
Hingga akhirnya tak bisa mengalir lagi .
Kabut kegelapan itu benar-benar menyelimuti cahaya terang.
Berharap melihat pelangi dalam gelapnya malam,
Mungkin saja warna itu bisa terlihat dengan jelas,
Namun kebahagiaan itu hanyalah mimpi belaka.
Yang ada hanya kabut kegelapan, yang menyelimuti cahaya terang..
Mencoba tersenyum dalam duka,
Akankah melawan takdir dapat merbah segalanya ?
Aku.. Terpuruk kaku menanti Fajar.. Tanpa Mimpi..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar